Wednesday, February 17, 2010

Modus Baru Pembobolan Rekening dan ATM

Cara Pembobol Rekening Mengelabui Korban - Pengguna kartu ATM harus makin berhati-hati. Sebab, makin banyak modus pembobolan rekening dengan memanfaatkan kartu tersebut. Yang terbaru dialami dua nasabah asal Wonosobo.

Laras Trisno, asal Mudal, Kecamatan Mojotengah, kehilangan saldo rekening Rp 10 juta. Sedangkan Suyanto, warga Desa Parikesit, Kecamatan Kejajar, harus merelakan uang Rp 35 juta yang disimpannya dalam bank. Keduanya mengalami kejadian tersebut Minggu (7/2).

Kejadian itu bermula saat Trisno berniat mentransfer lewat mesin ATM di Jalan A. Yani, Wonosobo. Masalah muncul saat kartunya ditolak.

Saat itu, seseorang di dekatnya menawarkan diri untuk membantunya. Dengan bantuan orang tersebut, Trisno berhasil melakukan transaksi.

Sebenarnya ketika itu Trisno merasa curiga. "Aneh saja, waktu saya masukin sendiri tidak bisa, tapi saat ATM dipegang orang tersebut kok bisa dengan mudah," katanya.

Laras menjelaskan, sebelum mentransfer uang ke rekening adiknya sebesar Rp 3 juta, saldo dalam rekeningnya tercatat Rp 15, 5 juta. Namun, kemarin saat menabung sebesar Rp 1,25 juta menggunakan buku rekening di Bank BCA sekaligus mencetak saldo terakhir hanya tercatat Rp 3 juta. ''Harusnya kan Rp 13,75 juta," ungkapnya.

Hal yang sama dialami Suyanto. Semula rekeningnya tercatat Rp 55 juta. Lalu, dia mengambil uang Rp 5 juta. Saat akan mengambil uang lagi beberapa hari kemudian, kartu ATM-nya ditolak.

Karena sudah sore, dia tidak bisa melapor kepada petugas. Baru keesokannya dia melapor sekaligus mengecek saldo. Dia terkejut saat mengetahui saldo rekeningnya tinggal Rp 15 juta. "Padahal, setelah mengambil Rp 5 juta, saya tidak pernah transaksi. Tahu-tahu uang tinggal Rp 15 juta," ujar Suyanto.

Yang dia ingat, saat bertransaksi di ATM BCA Wonosobo, ada seseorang yang melakukan transaksi, namun gagal. Orang tersebut lantas meminjam kartu ATM Suyanto. Hanya dipegang sebentar, kartu tersebut kemudian diserahkan kembali.

Berdasar catatan transaksi di rekeningnya, ada transfer Rp 25 juta kepada Nasrul Apriyadi, seorang nasabah BCA. Kemudian transaksi kedua sebesar Rp 10 juta ke rekening Bank Central atas nama Azis A.. "ATM saya cuma dipegang dua detik. Saya tidak kenal sama sekali sama dua nama yang ada di buku rekening saya itu," jelas Suyanto.

Source: jawapos.com

No comments:

Post a Comment